Pembahasan Soal Kimia UN 2014 No. 26 – 30

Pembahasan soal Kimia UN 2014 nomor 26 sampai dengan nomor 30 tentang:

  • polimer ,
  • termokimia (reaksi eksoterm) ,
  • laju reaksi , 
  • termokimia (entalpi reaksi) , dan
  • kesetimbangan kimia.

Soal No. 26 tentang Polimer

Dua jenis monomer , yaitu asam adipat dan heksametilendiamina.

asam adipat dan heksametilendiamina membentuk polimer

Reaksi dua jenis monomer tersebut akan dihasilkan ….

pilihan hasil polimerisasi asam adipat dan heksametilendiamina



Pembahasan 

Polimerisasi antara asam adipat (asam heksanadioat) dengan heksametilendiamina (diaminoheksana) termasuk polimerisasi kondensasi. Ciri polimerisasi kondensasi adalah:

  1. monomernya tidak sejenis ,
  2. monomernya mempunyai gugus fungsional pada kedua ujung rantainya , dan
  3. dihasilkan senyawa selain polimer dengan struktur yang lebih sederhana.

Perhatikan polimerisasi antara asam adipat dan heksametilendiamina berikut!

Reaksi polimerisasi tersebut adalah polimerisasi nilon 66. Pada polimerisasi tersebut , gugus −OH pada kedua ujung rantai asam adipat akan lepas. Demikian juga salah satu atom H pada kedua ujung rantai heksametilendiamina. Induk asam adipat dan induk heksametilendiamina membentuk nilon 66. Sedangkan gugus −OH dan atom H membentuk air.

Jadi , reaksi dua jenis monomer tersebut akan dihasilkan nilon 66 (A).

Perdalam materi ini di Pembahasan Kimia UN: Polimer.

Soal No. 27 tentang Termokimia (Reaksi Eksoterm)

Perhatikan beberapa persamaan reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari berikut!

(1)   C6H12O6(aq) → 2C2H5OH(aq) + 2CO2(g)
(2)   C6H12O6(aq) + O2(g) → 6CO2(g) + 6H2O(l)
(3)   H2O(aq) → H2(g) + ½ O2(g)
(4)   C8H18(g) + 12½O2(g) → 8CO2(g) + 9H2O(g)
(5)   C(s) + 2H2O (g) → CO2(g) + 2H2(g)

Reaksi eksoterm terjadi pada ….

A.   (1) dan (3)
B.   (1) dan (5)
C.   (2) dan (4)
D.   (2) dan (5)
E.   (3) dan (5)

Pembahasan

Reaksi eksoterm adalah reaksi yang melepaskan , membebaskan , mengeluarkan , atau menghasilkan kalor. Dengan demikian , pada akhir reaksi eksoterm terdapat kenaikan suhu , suhu menjadi lebih panas daripada sebelum reaksi. Yang termasuk reaksi eksoterm adalah:

  1. reaksi pembakaran (reaksi dengan O2) ,
  2. reaksi netralisasi asam dan basa ,
  3. reaksi korosi (oksidasi logam) ,
  4. reaksi polimerisasi ,
  5. respirasi , dan
  6. dekomposisi tumbuhan menjadi kompos.

Jadi , reaksi eksoterm terjadi pada reaksi nomor 2 dan nomor 4. Kedua reaksi tersebut adalah reaksi pembakaran yang ditandai dengan adanya O2 pada ruas kiri (C).

Soal No. 28 tentang Termokimia (Entalpi)

Perhatikan diagram entalpi berikut!

Diagram Entalpi NO2

Entalpi reaksi ½ N2 (g) + O2 (g) → NO (g) + ½ O2 (g) adalah ….

A.   −88 ,25 kJ
B.   −55 ,07 kJ
C.   −33 ,18 kJ
D.   +33 ,18 kJ
E.   +88 ,25 kJ



Pembahasan

Dalam diagram entalpi , arah panah ke atas adalah reaksi endoterm sedangkan arah panah ke bawah berarti eksoterm.

Reaksi ½ N2 (g) + O2 (g) → NO (g) + ½ O2 (g) adalah reaksi ke atas atau endoterm. Reaksi endoterm mempunyai harga ΔH positif. Opsi A , B , dan C sudah pasti salah.

ΔHreaksi = ΔHhasil − ΔHpereaksi
ΔHreaksi = 0 − (−88 ,25) = +88 ,25

Jadi , entalpi reaksi tersebut adalah +88 ,25 kJ (E).

Perdalam materi ini di Pembahasan Kimia UN: Termokimia.

Soal No. 29 tentang Laju Reaksi

Berikut tabel hasil percobaan reaksi antara logam Q dengan larutan HCl 2M.

 No.   Suhu (°C)   Volume H2 (ml)   Waktu (detik) 
1
2
3
25
25
25
0
14
28
0
10
20

Laju reaksi pembentukan gas H2 pada suhu tersebut adalah ….

A.   0 ,7 ml/det
B.   1 ,0 ml/det
C.   1 ,4 ml/det
D.   2 ,0 ml/det
E.   2 ,8 ml/det

Pembahasan

Laju reaksi dalam satuan volume per waktu dirumuskan sebagai:

ΔV adalah selisih volume yang bisa diambil dari data nomor 1 dan 2 , 1 dan 3 , atau 2 dan 3 , demikian juga dengan Δt. Misal kita hitung laju reaksi berdasarkan data nomor 2 dan 3.


    = 14/10
    = 1 ,4

Adapun suhu , sebagaimana disebutkan dalam tabel , hanya berfungsi sebagai pemanis data. Suhu tidak berpengaruh karena semua menunjukkan angka 25 °C.

Jadi , laju reaksi pembentukan gas H2 adalah 1 ,4 ml/det (C).

Perdalam materi ini di Pembahasan Kimia UN: Laju Reaksi.

Soal No. 30 tentang Kesetimbangan Kimia

Pada reaksi kesetimbangan:

2SO2(g) + O2(g) ⇌ 2SO3(g)   ΔH = −y kJ

Jika volume diperkecil , kesetimbangan akan bergeser ke ….

A.   kiri karena ke arah endoterm
B.   kanan karena ke arah endoterm
C.   kiri karena jumlah koefisien pereaksi lebih besar
D.   kanan karena ke arah eksoterm
E.   kanan karena jumlah koefisien hasil reaksi lebih kecil


Pembahasan

Faktor yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan:

  1. Konsentrasi: jika konsentrasi ruas kiri diperbesar maka reaksi akan bergeser ke kanan. Sebaliknya , jika konsentrasi ruas kiri dikurangi maka reaksi akan bergeser ke kiri.
  2. Volume: jika volume sistem diperbesar maka reaksi akan bergeser ke ruas yang mempunyai jumlah koefisien lebih besar , demikian juga sebaliknya.
  3. Tekanan: jika tekanan sistem diperbesar maka reaksi akan bergeser ke ruas yang mempunyai jumlah koefisien lebih kecil , demikian juga sebaliknya.
  4. Suhu: Jika suhu sistem diperbesar maka reaksi akan bergeser ke endoterm , demikian juga sebaliknya. 

Pada reaksi di atas , faktor yang memengaruhi pergeseran hanya volume sehingga hanya berkaitan dengan jumlah koefisien. Jumlah koefisien ruas kiri = 3 dan jumlah koefisien ruas kanan = 2.

Jadi , jika volume diperkecil maka reaksi akan bergeser ke kanan karena jumlah koefisiennya lebih kecil (E).

Perdalam materi ini di Pembahasan Kimia UN: Kesetimbangan Kimia.

Simak Pembahasan Soal Kimia UN 2014 selengkapnya.

No. 01 – 05 No. 21 – 25
No. 06 – 10 No. 26 – 30
No. 11 – 15 No. 31 – 35
No. 16 – 20 No. 36 – 40

Dapatkan pembahasan soal dalam file pdf  di sini.

Demikian , berbagi pengetahuan bersama Kak Ajaz. Silakan bertanya di kolom komentar apabila ada pembahasan yang kurang jelas. Semoga berkah.